Pekerja Langka, Agridrone Siap Bekerja

Pekerja Langka, Agridrone Siap Bekerja

Sejak 1969, PT Agricon Indonesia ber kecimpung di bidang sarana produksi pertanian seperti pestisida dan pupuk cair. Kini melalui anak perusahaannya, PT Agri Inovasi Dirgan tara, mengembangkan alat untuk meng aplikasikan pestisida dan pupuk cair. Selain untuk penyemprotan, Agri drone dapat juga digunakan untuk pe metaan lahan, mendeteksi kesehatan ta naman, hingga pemantauan untuk pa nen. Salah satu sebab berkembang nya penggunaan Agridrone untuk meng atasi masalah kelangkaan tenaga kerja pertanian. “Pelang gan kami di sek tor perkebunan dan kehutanan menge luhkan susahnya cari tenaga kerja,” kata Andy Gumala, Direktur Utama PT Agri Inovasi Dirgantara.

Selain itu, Andy mencontohkan kesulitan pekerjaan manusia di perkebunan tebu. Untuk meningkatkan rendemen, diperlukan aplikasi sugarcane ripener atau pemicu pematangan tebu dengan penyemprotan glifosat secara tepat dan benar. Namun, menyemprot di tengah tanaman tebu yang tinggi sangatlah sulit dilakukan oleh tenaga kerja manusia. Di samping itu, tanaman tebu yang tinggi juga mempersulit peng awasan terhadap aplikator yang berada di bawah tajuk tanaman.

Agridrone Jadi Asisten Modern

“Kita sudah melakukan serangkaian demo di perkebunan tebu, sawit, hutan tanaman industri (HTI), lapangan golf, dan tanaman pangan. Semuanya merasa memperoleh kemudahan dengan apli kasi drone,” papar Andy yang juga menjabat Vice President PT Agricon Indonesia. Di perkebunan kelapa sawit, Agridrone digunakan untuk penyemprotan herbisida, insektisida dan pupuk daun. Dengan kombinasi pengaplikasian pupuk cair dan suplemen tanaman Rosasol serta insektisida untuk mengendalikan hama yang disemprot menggunakan drone menghasilkan penyemprotan yang merata.

Alhasil panen kelapa sawit bisa lebih baik. Agridrone juga bermanfaat untuk hutan tanaman industri. Budi Widodo, Technical & Marketing Manager PT Agri con Indonesia membeberkan Agri drone sudah dicoba sebagai land clearing atau pembersih lahan dengan pe nyem protan herbisida di areal HTI. Penyem protan cukup dilakukan satu ka li karena ha sil penyemprot annya sangat rata se hing ga semua gulma terken dali. “Agridrone juga dapat digunakan untuk me ngen dalikan serang an ha ma pada pu cuk tanaman HTI yang tinggi karena su dah tidak mungkin dilaku kan oleh manusia,” terang Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *